Wednesday, February 6, 2008

Pesan peduli lingkungan dari UI dan ITB


Pekan ini kita disuguhi berita bagus dan penting dari dua perguruan tinggi paling bergengsi di tanah air. Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Berita tentang kepedulian UI dan ITB ikut dalam mengkampanyekan hidup sehat dan menciptakan trend kesadaran bersikap peduli lingkungan.

Pertama, UI sedang membuat jalur sepeda di dalam lingkungan kampusnya. Jalur sepeda yang merupakan pertama di Indonesia, khususnya di lingkungan kampus ini dibuat dengan konsep "green campus and world class campus".

Katanya, jalur sepeda tersebut akan dilengkapi degan stasiun, pos, lahan parkir, 'water contain' atau tempat pengisian air minum. Dan sudah disediakan 1000 unit sepeda gratis. Nantinya para mahasiswa diberikan 'smart card' untuk menggunakan sepeda tersebut. Dengan kartu cerdas itu, mereka dapat berhenti di halte tertentu dan bisa ganti sepeda.

Pembuatan jalur khusus sepeda ini idenya dicontoh dari beberapa kampus di luar negeri, yang tujuannya sudah jelas untuk mereduksi polusi udara dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil.

Berita kedua, keluarga besar Fakultas Teknik Lingkungan ITB aktif mengkampanyekan "anti plastic bag" atau anti penggunaan kantong plastik sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik di masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan kantong plastik adalah hal yang biasa. Semua pembelian dilakukan menggunakan kantong plastik atau kresek sebagai kemasannnya. Entah itu di pasar tradisional, warung, atau supermarket. Bahkan beli satu keping kerupuk saja dibungkus menggunakan kantong plastik.

Menurut data, jumlah sampah kantong plastik di seluruh dunia mencapai 500 juta hingga satu miliar kantong. Padahal sampah jenis plastik sangat sulit terurai. Perlu waktu 500 tahun untuk memusnahkannya.

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan, sudah saatnya masyarakat --minimal dari diri sendiri-- dari sekarang mengurangi penggunaan kantong plastik guna menghindari efek negatif yang timbul di kemudian hari.

Dari pemerintah ada baiknya juga ikut mengkampanyekan anti penggunaan kantong plastik ini. Karena di beberapa negara, seperti Cina pemerintahnya sudah mulai melarang penggunaan kantong plastik dan mengganti dengan bahan jenis lain yang mudah didaur ulang.

Dua berita 'eco-friendly' dari dua perguruan tinggi tadi mudah-mudahan bisa menggugah masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Caranya, kurangi polusi dengan bersepeda dan kurangi penggunaan kantong plastik. (Imung Murtiyoso, Februari 2008)

1 comment:

Anonymous said...

Salam kenal bang Imung..
kalau mereka peduli dengan lingkungan..sy akan senang sekali mereka juga bisa turun ke kampung2 memberikan pelatihan 3R itu.